Selasa, 12 Juni 2012

mengatasi keputihan

Agar Keputihan Tidak Berulang


Para wanita pasti sering mengalmi masalah keputihan pada daerah vagina. Itu sangat merugikan sekali bagi kaum wanita karena keputihan membnuat wanita jadi tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Keputihan tak boleh dianggap remeh. Bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker. Hampir setiap wanita pernah mengalaminya. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih.
Pada dasarnya dalam keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.
Keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari yaitu akibat pengaruh hormon estrogen ibu terhadap rahim dan vagina janin, saat janin masih didalam kandungan, perempuan dewasa apabila ia dirangsang waktu senggama dan saat mengalami haid yang pertama kali.
Keputihan yang berbahaya adalah keputihan yang tidak normal. Ini karena terjadi infeksi yang disebabkan kuman, bakteri, jamur atau infeksi campuran. Keputihan bisa juga disebabkan adanya rangsangan mekanis oleh alat-alat kontrasepsi sehingga menimbulkan cairan yang berlebihan. Pada tipe keputihan ini, cairan yang keluar berwarna kuning kehijauan. Biasanya diiringi rasa gatal dan bau tak sedap.
Untuk mencegah terjadinya keputihan berulang maka kaum hawa harus selalu menjaga kebersihan alat kelamin luar. Upaya ini sangat penting dalam upaya mencegah timbulnya keputihan dan juga mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS).
Seperti diketahui kulit daerah alat kelamin dan sekitarnya harus diusahakan agar tetap bersih dan kering, karena kulit yang lembab /basah dapat menimbulkan iritasi dan memudahkan tumbuhnya jamur dan kuman penyakit. Keadaan ini dapat dicapai dengan mengeringkan kulit dengan handuk atau tisu bila berkeringat atau setelah buang air, selain menggunakan pakaian dalam yang bersih dan kering, menghindari menggunakan pakaian ketat dan sering mengganti pembalut saat datang bulan. Agar tidak terjadi infeksi dari mikroorganisme yang berasal dari anus/dubur dianjurkan untuk membasuh vagina dari arah depan ke arah belakang.
Sebaiknya jangan terlalu sering melakukan douche (mencuci/membilas) vagina dengan larutan antiseptik dapat merugikan, karena akan menghilangkan cairan vagina yang normal dan dapat mematikan bakteri alamiah didalam vagina. Keadaan ini pula akan lebih merangsang pengeluaran cairan vagina. Demikian juga dengan pemakaian deodoran, bahan spermisidal atau bahan lain yang dimasukkan kedalam vagina akan dapat mengakibatkan alergi dan iritasi pada vagina sehingga dapat juga timbul keputihan. Untuk itu dianjurkan hanya mencuci alat kelamin bagian luar cukup dengan air bersih dan sabun mandi biasa saja.
Yang terpenting juga, jagalah pola hidup,makanan yang sehat, dan hindari stress.

Bebas dari Keputihan


Jika keseimbangan alami daerah sekitar vagina terganggu, organisme asing masuk, keputihan bisa terjadi. Beragam faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keputihan, antara lain panas dan basah akibat penggunaan pakaian dalam dari nilon, stres, diet tinggi karbohidrat, perubahan hormonal dan kehamilan atau penggunaan pil kontrasepsi, iritasi kimia, dan lainnya.
Pada umumnya wanita bersangkutan dapat merasakan tanda-tanda  antara lain gatal-gatal dan iritasi di daerah vagina dan vulva, bau yang tidak biasa, dan nanah.
Berikut ini beberapa saran yang dapat dilakukan:
  1. Makan menggunakan metode gizi seimbang, rendah gula.
  2. Menjaga kesehatan secara umum dengan cukup tidur, berolahraga, melepaskan tekanan emosi.
  3. Menjaga kebersihan secara teratur dengan: bersihkan vagina dari arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus);  memakai pakaian dalam yang bersih dan dari bahan katun (bahan nilon terlalu menyimpan panas dan menimbulkan kelembaban berlebihan yang mendorong tumbuhnya bakteri); menghindari penggunaan cairan atau semprotan pembersih vagina, kertas toilet berwarna, dan handuk milik orang lain; sering mengganti pembalut saat haid.
  4. Yang utama dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.
  5. Melakukan pemeriksaan sendiri daerah sekitar vagina sangat disarankan, supaya Anda segera tahu apakah ada infeksi atau tidak. Biasanya terjadi perubahan pada warna daerah sekitar vagina menjadi lebih merah, kadang disertai bau yang kurang sedap maupun rasa gatal.

penanganan pertama korban kecelakaan


KECELAKAAN
di jalan raya sering membawa dampak serius bagi para pengendara kendaraan. Korban kecelakaan yang ditangani dengan penanganan yang tepat akan memberi dampak serius bagi korban, yaitu kehilangan nyawa. Untuk itulah pengetahuan pada pertolongan pertama pada korban kecelakaan menjadi sangat penting untuk diketahui dan dipahami.
Pertolongan pertama pada korban kecelakaan memberi arti penting untuk "memperpanjang nafas" korban, sebelum nantinya dibawa ke rumah sakit, untuk mendapat penanganan dengan lebih komplit dan serius.
Berikut ini beberapa tips Pertolongan Pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas dari Palang Merah Indonesia (PMI):
1- Mengevakuasi Korban
Mengevakuasi korban atau memindahkan korban ketempat yang aman bila dilakukan dengan cara yang tidak benar akan menyebabkan luka semakin parah. Usahakan memindahkan korban dilakukan oleh tiga orang agar beban lebih ringan sehingga korban aman pada saat evakuasi.
Mengangkat secara bersamaan pada satu sisi menggunakan lengan kemudian dekap dan pindah secara berlahan. Turunkan korban secara bersamaan. Alangkah lebih baik kalau jaraknya jauh, gunakan tandu.
2- Menangani Korban yang Tidak Sadar Usai Evakuasi
Baringkan korban dengan tanpa bantal. Tinggikan tungkainya. Longgarkan pakaian. Beri ruang cukup agar korban dapat menghirup udara segar.
Periksalah cedera lain yang ada pada korban. Selimuti tubuh penderita supaya hangat.
Bila korban telah pulih, usahakan penderita beristirahat beberapa menit. Bila tidak cepat pulih, segera bawa korban ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
3- Terluka Lecet
Sering terjadi luka pada korban kecelakaan, akibat gesekan yang menyebabkan permukaan kulit terkelupas dan tampak titik-titik pendarahan.
Cara menanganinya adalah, bersihkan kulit sekitar luka mulai dari tengah luka sampai ke kulit sekitar luka. Tutup dengan kain penutup luka steril dan plester.
4- Luka Iris atau Sayat
Biasanya terjadi akibat kontak dengan "barang tajam". Akibatnya jaringan kulit dan lapisan di bawahnya terputus dengan kedalaman bervariasi. Bersihkan luka dengan  cairan antiseptik. Tutup luka dengan plester. Gunakan kain dan kasa yang steril untuk menutupi luka.

penanganan pada korban tenggelam

 PENANGANAN PADA KORBAN TENGGELAM


Kasus korban tenggelam baik di sungai, danau, kolam atau laut sering terjadi dengan korban yang mungkin hanya satu orang sampai yang ratusan orang. Apalagi ditinjau dari faktor geografis indonesia yang terdiri dari kepulauan (dikelilingi laut) dan dialiri oleh banyak sungai besar dan kecil.
Cukup banyak faktor yang menyebabkan seseorang tenggelam, bisa karena bencana seperti diseret banjir, karena olahraga seperti arung jeram atau renang atau karena musibah seperti tenggelam sebuah kapal serta banyak hal lain.
Nah bagi sobat yang menemukan kasus untuk korban tenggelam, ada satu hal penting yang harus sobat ingat yaitu penolong bukanlah seorang superhero yang selalu bisa menyelamatkan jiwa orang lain.
Namun jika memang sobat mempunyai keahlian dan dengan rasa kemanusiaan berkeinginan keras untuk menolong itu adalah hal yang sangat mulia, tapi sebelum memberikan Pertolongan Pertama terhadap korban tenggelam ada beberapa hal yang harus selalu diingat, diketahui dan dilaksanakan oleh seorang penolong, yaitu:
  • Penolong harus terlebih dahulu mengamankan diri sendiri sebelum memberikan pertolongan kepada korban. Mengapa hal itu harus dilakukan? Karena biasanya korban tenggelam akan mengalami kepanikan dan cenderung akan menggapai, memegang atau merangkul benda-benda disekitarnya serta meronta-ronta guna menyelamatkan dirinya. Hal ini sangat berbahaya jika si penolong tidak siap dengan kondisi tesebut.
  • Penolong ketika menjumpai korban tenggelam sebaiknya segera mencari bantuan terdekat, sambil terus berusaha untuk mengamati kondisi korban.
  • Penolong tidak berusaha untuk memberikan Pertolongan Pertama di air, karena itu sangat berbahaya tapi memberikannya setelah sampai ditempat yang aman di darat.
Nah ketika hal di atas telah menjadi panduan bagi penolong, maka penolong dapat melakukan tindakan untuk melakukan pertolongan. Adapun bentuk pertolongan yang bisa diberikan dibagi menjadi dua jenis, yaitu untuk korban sadar dan korban tidak sadar.
A. Korban Sadar
  1. Penolong tidak boleh langsung terjun ke air untuk melakukan pertolongan. Ingat bahwa korban dalam keadaan panik dan sangat berbahaya bagi penolong. Sedapat mungkin, penolong untuk selalu memberikan respon suara kepada korban dan sambil mencari kayu atau tali atau mungkin juga pelampung dan benda lain yang bisa mengapung disekitar lokasi kejadian yang bisa digunakan untuk menarik korban ke tepian atau setidaknya membuat korban bisa bertahan di atas permukaan air.
  2. Aktifkan sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT). Bersamaan dengan tindakan pertama di atas, penolong harus segera mengaktifkan SPGDT, untuk memperoleh bantuan atau bisa juga dengan mengajak orang-orang yang ada disekitar tempat kejadian untuk memberikan pertolongan.
  3. Jika memang ditempat kejadian ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban ketepian dengan korban yang dalam keadaan sadar, maka segera berikan kepada korban, seperti kayu atau tali, dan usahakan menarik korban secepat mungkin sebelum terjadi hal yang lebih tidak diinginkan. Setelah korban sampai ditepian segeralah lakukan pemeriksaan fisik dengan terus memperhatikan ABC untuk memeriksa apakah ada cedera atau hal lain yang dapat mengancam keselamatan jiwa korban dan segera lakukan Pertolongan Pertama kemudian kirim ke pusat kesehatan guna mendapat pertolongan lebih lanjut.
  4. Jika tidak ada peralatan atau sesuatu yang bisa menarik korban, maka penolong bisa segera terjun ke air untuk menghampiri korban. Tapi harus diingat, penolong memiliki kemampuan berenang yang baik dan menghampiri korban dari posisi belakang korban.
  5. Jika korban masih dalam keadaan sadar dan bisa ditenangkan, maka segera tarik (evakuasi) korban dengan cara melingkarkan salah satu tangan penolong pada tubuh korban melewati kedua ketiak korban atau bisa juga dengan menarik krah baju korban (tapi ingat, hal ini harus dilakukan hati-hati karena bisa membuat korban tercekik atau mengalami gangguan pernafasan) dan segera berenang mencapai tepian. Barulah lakukan Pertolongan Pertama seperti pada no. 3 di atas.
  6. Jika Korban dalam keadaan tidak tenang dan terus berusaha menggapai atau memegang penolong, maka segera lumpuhkan korban. Hal ini dilakukan untuk mempermudah evakuasi, kemudian lakukan tindakan seperti no 5 dan kemudian no. 3 di atas.
B. Korban tidak sadar

Seperti halnya dalam memberikan Pertolongan Pertama untuk korban tenggelam dalam keadaan sadar, maka untuk korban tidak sadar sipenolong juga harus memiliki kemampuan dan keahlian  untuk melakukan evakuasi korban dari dalam air agar baik penolong maupun korban dapat selamat.
Adapun tindakan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Segera hampiri korban, namun tetap perhatikan keadaan sekitar untuk menghindari hal yang tidak diingin terhadap diri penolong. Lakukan evakuasi dengan melingkarkan tangan penolong ditubuh korban seperti yang dilakukan pada no. 3 untuk korban sadar.
  2. Untuk korban yang dijumpai dengan kondisi wajah berada di bawah permukaan air (tertelungkup), maka segera balikkan badan korban dan tahan tubuh korban dengan salah satu tangan penolong. Jika penolong telah terlatih dan bisa melakukan pemeriksaan nadi dan nafas saat menemukan korban, maka segera periksa nafas dan nadi korban. Kalau nafas tidak ada maka segera buka jalan nafas dengan cara menggerakkan rahang korban dengan tetap menopang tubuh korban dan berikan nafas buatan dengan cara ini. Dan jika sudah ada nafas maka segera evakuasi korban ke darat dengan tetap memperhatikan nafas korban.
  3. Ketika penolong dan korban telah sampai ditempat yang aman (di darat), maka segera lakukan penilaian dan pemeriksaan fisik yang selalu berpedoman pada ABC. Berikan respon kepada korban untuk menyadarkannya.
  4. Ketika respon ada dan korban mulai sadar, maka segera lakukan pemeriksaan fisik lainnya untuk mengetahui apakah ada cedera lain yang dapat membahayakan nyawa korban. Jika tidak ada cedera dan korban kemudian sadar, berikan pertolongan sesuai dengan yang diperlukan korban, atau bisa juga dengan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan secara medis.
  5. Jika tidak ada respon dan tidak ada nafas, segera buka jalan nafas dengan cara ini atau ini, periksa jalan nafas dengan cara Lihat, Dengar dan Rasakan (LDR) selama 3-5 detik. Jika tidak ada nafas maka segera berikan bantuan pernafasan (bantuan hidup dasar) dengan cara ini lalu periksa nadi karotis. Apabila nadi ada, maka berikan bantuan nafas buatan sesuai dengan kelompok umur korban hingga adanya nafas spontan dari korban (biasanya nafas spontan ini disertai dengan keluarnya air yang mungkin menyumbat saluran pernafasan korban ketika tenggelam), lalu posisikan korban dengan posisi pemulihan. Terus awasi jalan nafas korban sambil penolong berupaya untuk menyadarkan seperti tindakan no. 4 di atas atau mencari bantuan lain untuk segera mengevakuasi korban.
  6. Ketika tindakan no.5 tidak berhasil (tidak ada respon, tidak nafas dan tidak ada nadi), makas segera lakukan Resusitasi Jantung Paru, dengan cara seperti ini.
Tindakan seperti di atas benar-benar akan berhasil dan terlaksana dengan baik, ketika penolong mempunyai keahlian untuk melakukan Pertolongan Pertama. Jika penolong tidak memiliki kemampuan dan keahlian tersebut sebaiknya segera menghubungi pihak berwenang seperti pelaku Pertolongan Pertama, paramedik atau tim penyelamat dan mentransportasikan korban (evakuasi) ke fasilitas kesehatan terdekat. Dan yang harus diingat, ketika proses EVAKUASI, JALAN NAFAS korban harus selalu terbuka.

Senin, 21 Mei 2012

macam-macam jarum jahit luka

sesak nafas itu sering sekali muncul,biasanya muncul secara tiba-tiba atau mendadak, Sesak Nafas adalah salah satu gejala dari suatu penyakit yang membutuhkan perhatian dokter.  Sesak napas ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, misalnya penyakit asma, penggumpalan darah di paru-paru dan juga pneumonia. Ada pula Sesak napas yang disebabkan karena pada saat hamil
Apabila sesak nafas dalam bentuk kronis, sesak napas adalah gejala dari penyakit-penyakit seperti asma, emfisema, dan beberapa penyakit paru-paru lainnya.
Pengertian Sesak Nafas (Dyspnea)
Sesak nafas yaitu perasaan sulit bernapas yang biasanya terjadi ketika kita melakukan aktivitas fisik. Sesak napas adalah suatu gejala dari beberapa penyakit yang dapat bersifat kronis.  Sesak napas juga dikenal dengan istilah “Shortness Of Breath”.   Kejadian-kejadian sesak nafas bergantung dari tingkat keparahan dan sebabnya.
Perasaan itu sendiri merupakan hasil dari kombinasi impuls (rangsangan) ke otak dari saraf yang berakhir di paru-paru, tulang iga, otot dada, atau diafragma, ditambah dengan persepsi dan interpretasi pasien.
Pada beberapa kasus, sesak napas diperhebat karena kegelisahan memikirkan penyebabnya.
Pasien mendeskripsikan dyspnea dengan berbagai cara, sesak napas yang tidak menyenangkan, merasa sulit untuk menggerakkan otot dada, merasa tercekik, atau rasa kejang di otot dada.
Macam-Macam Sesak Napas (Dyspnea)
Dyspnea (Sesak Nafas) akut
Dyspnea (Sesak Nafas) akut dengan awal yang tiba-tiba merupakan penyebab umum kunjungan ke ruang gawat darurat. Penyebab dyspnea akut diantaranya penyakit pernapasan (paru-paru dan pernapasan), penyakit jantung atau trauma dada.
Dyspnea (Sesak Nafas) kronis
Dyspnea (Sesak Nafas) kronis (menahun) dapat disebabkan oleh asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), emfisema, inflamasi paru-paru, tumor, kelainan pita suara.


Penyebab Sesak Nafas
Oksigen adalah sumber energi utama, maka mutlak diperlukan dalam jumlah berlimpah agar setiap sel dapat melakukan metabolisme. Beberapa penyebab sulit bernafas di antaranya:
  • Sesak Nafas karena Faktor Keturunan .  Yang memang dari sono-nya memiliki paru-paru dan organ pernafasan lemah. Ditambah kelelahan bekerja dan gelisah, maka bagian-bagian tubuh akan memulai fungsi tidak normal.  Kabar baiknya, ini tidak otomatis membuat tubuh menderita, sebab secara alami akan melindungi diri sendiri. Namun demikian, sistem pertahanan bekerja ekstra, bahkan kadang-kadang alergi dan asma timbul sebagai reaksi dari sistem pertahanan tubuh yang bekerja terlalu keras. 
  • Sesak Nafas karena Faktor lingkungan.  Udara dingin dan lembab dapat menyebabkan sesak nafas. Demikian pula dengan serbuk sari bunga (pollen) dan partikel lain. Bekerja di lingkungan berdebu atau asap dapat memicu sesak nafas berkepanjangan. Polusi pada saluran hidung disebabkan pula oleh rokok yang dengan langsung dapat mengurangi suplai oksigen. 
  • Sesak Nafas karena Produksi lendir yang berlebihan akan menyumbat saluran udara.   Makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih adalah produk dari susu, tepung, nasi putih, dan permen. 
  • Sesak Nafas karena kurangnya asupan cairan.  Sesak Nafas karena kurangnya asupan cairan sehingga lendir pada paru-paru dan saluran nafas mengental.   Kondisi ini juga menjadi situasi yang menyenangkan bagi mikroba untuk berkembang biak.
  • Masalah pada susunan tulang atau otot tegang pada punggung bagian atas akan menghambat sensor syaraf dan bioenergi dari dan menuju paru-paru.
  • Sesak Nafas karena ketidakstabilan emosi. Orang-orang yang gelisah, depresi, ketakutan, rendah diri cendertung untuk sering menahan nafas. Atau justru menarik nafas terlalu sering dan dangkal sehingga terengah-engah. Dalam waktu yang lama, kebiasaan ini berpengaruh terhadap produksi kelenjar adrenal dan hormon, yang berkaitan langsung dengan sistem pertahanan tubuh. Kurang pendidikan bisa juga menyebabkan sesak nafas. Pengetahuan akan cara bernafas yang baik dan benar akan bermanfaat dalam jangka panjang baik terhadap fisik maupun emosi seseorang.
Cara Mengatasi Sesak Nafas
Apabila anda mengalami sesak nafas, maka hal itu harus segera mendapat perhatian hal itu dikarenakan sesak napas menyebabkan rasa yang tidak nyaman karena sulitnya bernafas sehingga tubuh kurang mendapatkan oksigen, dan yang terburuk dapat menyebabkan kematian.
Bila anda mengalami gangguan pernafasan, lakukanlah latihan di bawah ini yang dapat membantu melegakan pernafasan anda. Lakukan latihan ini dua kali sehari, lima sampai sepuluh menit sampai anda terbiasa melakukannya. 
Pernafasan perut
  • Berbaring dengan enak dan letakkan bantal di bawah kepala. Tekuk lutut dan rilekskan perut.
  • Tekan perut dengan satu tangan perlahan tetapi cukup keras untuk menciptakan tekanan. Letakkan tangan lain di dada.
  • Lalu bernafaslah perlahan dari hidung dengan menggunakan otot-otot perut. Tangan yang berada di atas perut harus diangkat pada saat menarik nafas dan letakkan kembali pada saat membuang nafas. Tangan yang lain tetap berada di atas dada dan usahakan agar tidak bergerak-gerak.
Bernafas melalui mulut
  • Bernafaslah perlahan melalui hidung untuk menghindari tertelannya udara. Tahan nafas anda sambil menghitung satu, 1000, dua, 1000, tiga, 1000.
  • Majukan bibir anda seperti hendak bersiul. Lalu, buang nafas pelan-pelan melalui bibir yang dimajukan sambil menghitung satu, 1000, dua, 1000, tiga, 1000, empat, 1000, lima, 1000, enam, 1000.
  • Anda harus membuat suara siul perlahan saat membuang nafas. Nafas yang dibuang melalui bibir yang dimajukan akan mengurangi kecepatan bernafas dan membantu menghilangkan udara yang lama terperangkap dalam paru-paru.
  • Saat melakukan pernafasan melalui mulut selama aktivitas, tarik nafas sebelum bergerak, dan buang nafas saat aktivitas.
  • Bila ritme cara menghitung di atas tidak tepat, temukan cara menghitung sendiri yang lebih cocok. Harus terus diperhatikan agar selalu membuang nafas lebih lama daripada saat menarik nafas.
Cara lain untuk Mengatasi Sesak Nafas bisa dilakukan dengan cara berikut:
  • Jalan keluar untuk mengatasi sesak nafas yang paling cepat adalah berada pada lingkungan hijau dan lapang. Jika tidak memiliki kemampuan untuk sering pergi keluar kota, ke gunung atau laut, tanamlah pohon berdaun hijau lebat di sekitar tempat tinggal yang akan memproduksi banyak oksigen dan menyerap polusi. Setiap saat menemukan lingkungan hijau dan bersih, berjalan kakilah dan hirup udara dalam-dalam.
  • Para penyandang sesak nafas kronis sebaiknya menghindari konsumsi bahan susu berlebihan, gula putih, permen, tepung dan nasi putih. Jika nafas sudah mulai teratur, makanan itu dapat dikonsumsi dalam jumlah sedikit untuk melihat reaksi tubuh. Dalam waktu yang sama konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah banyak. Minum air hangat 6-8 gelas per hari.
  • Jika sesak nafas diiringi flu atau demam, makanlah sup yang dibumbui bawang merah, bawang putih, lada, kayu manis, jahe dan cengkih. Bumbu tersebut dapat membantu membuka sumbatan pada saluran nafas.
  • Mengelola emosi sangat penting untuk menyembuhkan masalah pernafasan. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti berpikiran positif, menghilangkan ketakutan yang tidak beralasan, bahkan sering tersenyum akan sangat membantu. Namun demikian cara mengelola emosi yang tepat hanya diketahui oleh pribadi masing-masing.
  • Olahraga yang menggerakkan punggung atas dan dada sangat membantu mengalirkan darah dan energi penyembuhan. Perlu diingat jika kita merawat tubuh dan pikiran, imbal baliknya adalah kenikmatan yang tak terkira.
  • Untuk mengatasi sesak napas, biasanya obat yang diberikan adalah obat-obatan yang melebarkan saluran pernapasan yang menyempit.
  • Untuk menghindari sesak napas terjadi secara berulang, perlu diketahui dan diobati penyebab terjadinya sesak napas, misalnya; obat tbc bila sesak napas karena penyakit tbc, obat asma bila karena penyakit asma.
  • Sedangkan sesak napas yang sifatnya ringan pada wanita hamil, tidak memerlukan obat pereda sesak napas. Sesak napas yang ringan umumnya tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi jumlah oksigen yang didapat bayi dalam kandungan.  Namun bila wanita hamil tersebut mengalami sesak napas yang berat dan atau mempunyai penyakit asma, konsultasikanlah segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Untuk mengatasi sesak napas pada wanita hamil disarankan untuk menjaga postur tubuh dengan benar, seperti duduk atau berdiri dengan tegak, kurangi dan perlambat pergerakkan anda, seperti berjalan dengan lebih lambat, memberi sandaran pada tubuh bagian atas saat tidur.
Cara Mengatasi Sesak Napas dengan Obat Tradisional / Obat Herbal:
Daun kemangi biasanya digunakan sebagai lalapan atau sebagai menghilangkan bau amis. Ternyata tidak hanya itu, daun kemangi juga berkhasiat untuk mengatasi sesak napas, batuk rejan, dan rematik. Berikut cara meramunya.
  • Ambil daun kemangi secukupnya.
  • Remas-remaslah sampai lumat, kemudian berilah 1 sendok makan minyak tanah.
  • Remas kembali sarnpai minyak tanah dan daun kemangi bersatu.
  • Oleskan ramuan ke dada, leher, dan punggung. Tidak begitu lama, ramuan akan bereaksi dan sesak napas pun akan berkurang.

Minggu, 20 Mei 2012

jenis-jenis benang jahit luka

Dapat Diserap
a. Catgut (dari usus domba)
1. Catgut murni
§ Tanpa campuran apapun
§ Diserap kira-kira dalam waktu I minggu
§ Untuk jahitan yang diharapkan penyembuhannya 5-7 hari.
§ Untuk jahitan mukosa kandung kemih
2. Kromik
§ Dengan campuran larutan asam kromat
§ Diserap dalam waktu 2-3 minggu
§ Baik untuk ligasi dan mendekatkan jaringan
b. Sintetik
§ Asam polglikolik
§ Poliglatin 910 (inert dan mempunyai daya tegang yang besar). Bisa digunakan untuk jaringan termasuk kulit.
Tidak Dapat Diserap
a. Alami (pilinan) : sutera, linen, kapas
§ Untuk jahitan terputus (interrupted)
§ Daya tegang cukup dan dapat diperkuat jika dibasahi dengan larutan garam sebelum digunakan
b. Sintetis (monofilament) : nilon, polipropamid yang dilapisi Teflon atau dakron, polyester
§ Untuk jahitan kontinyu
§ Daya tegang tinggi
§ Benang tidak diserap biasa digunakan pada jaringan yang sukar sembuh
Ukuran Benang
Dinyatakan dalam satuan metric atau satuan baku eropa. Ukuran terkecil standar Eropa adalah 11.0 (11.0) konversi metric 0.1 dan terbesar adalah 7 konversi dalam metric 0.5
JENIS JARUM
Menurut matanya : bermata (traumatic), tidak bermata (atraumatik)

macam-macam jahitan

MACAM – MACAM JAHITAN


 
A. Jahitan Kulit
1. Jahitan interrupted :
a. Jahitan simple interrupted (Jahitan satu demi satu)
Merupakan jenis jahitan yang paling dikenal dan paling banyak digunakan. Jarak antara jahitan sebanyak 5-7 mm dan batas jahitan dari tepi luka sebaiknya 1-2 mm. Semakin dekat jarak antara tiap jahitan, semakin baik bekas luka setelah penyembuhan.
b. Jahitan Matras
1) Jahitan matras vertikal
Jahitan jenis ini digunakan jika tepi luka tidak bisa dicapai hanya dengan menggunakan jahitan satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lemak subkutisnya dan tepi satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lunak subkutisnya dan tepi luka cenderung masuk ke dalam.
2) Jahitan matras horizontal
Jahitan ini digunakan untuk menautkan fasia dan aponeurosis. Jahitan ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutis karena membuat kulit diatasnya terlihat bergelombang
c. Jahitan Continous
1) Jahitan jelujur : lebih cepat dibuat, lebih kuat dan pembagian tekanannya lebih rata bila dibandingkan dengan jahitan terputus. Kelemahannya jika benang putus / simpul terurai seluruh tepi luka akan terbuka.
2) Jahitan interlocking, feston
3) Jahitan kantung tembakau (tabl sac)
2. Jahitan Subkutis
a. Jahitan continous : jahitan terusan subkutikuler atau intrademal. Digunakan jika ingin dihasilkan hasil yang baik setelah luka sembuh. Juga untuk menurunkan tengan pad aluka yang lebar sebelum dilakukan penjahitan satu demi satu.
b. Jahitan interrupted dermal stitch
3. Jahitan Dalam
Pada luka infeksi misalnya insisi abses, dipasang dren. Dren dapat dibuat dari guntingan sarunga tangan fungsi dren adalah mengelirkan cairan keluar berupa darah atau serum.


menghilangkan sakit perut

sakit perut dapat di sebabkab oleh perut kkembung , diare dll.
Sakit perut atau gangguan pada perut ada berbagai macam, tapi ada beberapa yang umum kita temui dan tak jarang kita pun mengalaminya.  Berikut beberapa masalah perut yang umum beserta cara mengatasi sakit perut tersebut.

MENGOBATI DIARE
Dengan kunyit
Bayi yang terserang diare dapat diatasi dengan kunyit.  Ambil satu ruas kunyit kemudian diparut.  Campur dengan sedikit kapur sirih.  Ramuan ini dibubuhkan/diborehkan disekitar perut bayi kecuali pusar.  Dalam waktu singkat diare akan mampet.
Anak-anak,remaja atau orang dewasa yang diare dapat juga diatasi dengan ramuan kunyit.  Caranya, ambillah empu kunyit 3 ruas, parut dan ambil airnya.  1/2 gelas air kunyit ditambah 1 sendok teh madu murni dan sebutir kuning telur ayam kampung.  Aduk sampai rata kemudian diminum.  Ramuan ini diminum 2 kali sehari dan dalam dua hari berturut-turut akan dapat menghentikan diare.
Dengan Pisang klutuk/pisang batu
Ambil 5 buah pisang batu muda, cuci bersih dan diparut.  Kemudian diperas untuk diambil sarinya, tambah dengan sedikit garam dapur.  Ramuan ini diminum oleh ibu bayi.  Setelah menyusu, bayi yang diare akan segera sembuh.
Dengan garut
Garut juga dinamai nggarut, salarut, waerut, irut, angkrik, jelarut, arus dll.  Tanaman semak yang dimanfaatkan adalah rimpangnya, hampir seperti lengkuas.  Garut yang sudah diolah menjadi tepung diambil 1 sendok makan, gula 1 sendok makan, garam 1/4 sendok teh, daun jambu biji 7 lembar, air 100 ml.  Dibuat infus.  Diminum 3 kali sehari, tiap minum 100ml.
Dengan kulit manggis
cuci bersih kulit manggis lalu dipotong-potong.  rebus dengan air secukupnya sampai mendidih dan airnya tinggal setengahnya.  Diminum 3-6 kali sehari.
Kayu secang
Seut dan potong kecil kira-kira 5 gr kayu secang.  Rebus dengan air 1/2 liter.  Biarkan mendidih selama 15 menit.  Setelah dingin,saring dan dibagi dua untuk diminum pada pagi dan sore hari.
Dengan akar cincau
Akar cincau yang sudah dicuci bersih lalu dimasukkan dalam gelas dan beri air panas.  Biarakan hingga suam kuku setelah itu disaring dan airnya diminum.
Dengan daun kayu putih
Ambil daun kayu putih yang sudah kering segenggam lalu rebus dengan air 1/2 liter.  Setelah air tersisa setengahnya, saring dan minum setelah dingin.
MENGATASI KEMBUNG
Dengan jahe
Ambil 4 ruas jahe lalu ditumbuk, diperas untuk diambil airnya.  Setengah gelas air jahe lalu ditambah gula jawa secukupnya lalu diminum.  Kembung perut dan masuk angin akan segera sirna.
Dengan beligo
Perut kembung akan segera sembuh dengan air beligo.  Caranya, ambil buah beligo yang tidak terlalu besar.  Kupas kulitnya lalu direbus.  Dinginkan kemudian peras untuk diambil sarinya dengan menggunakan kain bersih.  Ambil air perasan setengah gelas, minumlah.
Dengan kayu manis
Bubuk kayu manis 1/4 sendok teh dicampur dengan 2 sendok makan madu.  Diminum setiap hari sebelum makan sampai sembuh.  Campuran ini mengurangi  kadar asam dalam perut dan juga sekaligus membantu mencerna makanan daging.
Dengan daun kemangi
Ambil daun kemangi yang masih segar atau sudah kering secukupnya lalu rebus dengan segelas air hingga mendidih.  Saringlah setelah dingin dan minum habis airnya.  Lakukan 2 kali sehari.
MENGATASI MAAG
Dengan temulawak
Temulawak satu bonggol disayat menjadi 7 potong, kemudian direbus dengan air sebanyak 7 gelas.  Setelah mendidih lalu didinginkan.  Minumlah setiap hari satu gelas.  Selain itu pantanglah makanan berlemak, asam dan pedas.
Dengan rambak
Jika sakit maag, hindari makan daun pepaya rebus.  Kalau jamu daun pepaya yang ditumbuk tidak masalah.  Kurangi atau hentikan sama sekali makan kerupuk beras atau legendar sebab mengandung garam kuning(nama kerennya aku lupa).  Usahakan sering makan rambak kulit kerbau/sapi atau rebusan talas muda yang masih berlendir.
MENGATASI MASUK ANGIN
Dengan air putih
Jika sering masuk angin, biasakan minum air putih setiap bangun tidur sebelum makan apapun.  Air yang diminum, air dingin rebusan sebanyak 1-2 gelas.
Dengan bawang putih
Masuk angin, segera atasi dengan mengunyah satu siung bawang putih.  Usahakan bawang putih lokal atau bawang lanang yang terkecil (bawang yang berumbi tunggal).  rasanya memang getir tapi dalam tempo 3-5 menit, tubuh akan segera lega.